Sabtu, 29 Juni 2019

Penawar Hati



دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عِنْدَ السَّحَرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْنَ
Penawar hati itu ada lima : membaca al-Qur’an dengan tadabbur (perenungan), kosongnya perut (dengan puasa-pen), qiyâmul lail (shalat malam), berdoa di waktu sahar (waktu akhir malam sebelum Shubuh), dan duduk bersama orang-orang shalih”. [2]

Selasa, 11 Juni 2019

Hari Raya Telah Usai


Hari rayanya sudah usai
Sanak saudara telah kembali.
Ada yang naik mobil ada yang naik kereta api.

Ada juga yang naik kapal udara
Karena harus segera masuk kerja.
Apalagi yang kerja jadi aparatur negara
Harus segera melaksanakan kewajibannya.

Melakukan apa yang sudah diatur
Segera melakukan kewajiban luhur
Melakukan apa yang sudah diatur.
Untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
Baldatun Thayibatun warafun ghafur.
Semoga diberikan usia panjang umur.

Dan rejeki yang luas
Ibadah yang keras
Silaturahmi yang kuat
Agar mengikat tali persaudaraan  yang rekat.

Selamat bekerja, mencari upah jiwa.

-o0o-
(Versi Boso Jowo)

Riyayané wus mungkur
Sanak sedulur wus padha kundur
Ana sing nu mpak mobil ana kang numpak sepur
Malah uga ana sing numpak montor mabur
Merga wis ora libur
Apa manèh sing dadi aparatur
Énggal kudu ngayahi jejibahan luhur
Nindakaké apa kang wus diatur
Kanggo nggayuh masyarakat adil makmur
Baldatun toyibatun warofun ghofur
Muga2 padha diparingi panjang umur
Rejekine sempulur
Ngibadahé saya teratur
Silaturahmine ora kendhur
Murih saya rumaket le dadi sedulur
Sugeng makaryo, golek pangupo jiwo. 🙏🙏🙏
Anonym wa.

Selasa, 04 Juni 2019

Selamat Idul Fitri 1440H Dari Verri JP



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Keluarga Besar Rumah Sehat Thera Afiat turut memgucapkan :

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَامَنَا وَ صِيَامَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين

_*Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum wa ja’alna minal ‘aidin wal faizin *_

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H

Mohon maaf lahir dan batin


وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Salam,

Verri JP, MA


Selamat Idul Fitri dari Verri JP dan Keluarga



السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَامَنَا وَ صِيَامَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين

_*(Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum wa ja’alna minal ‘aidin wal faizin)*_

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H

Mohon maaf lahir dan batin

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Verri JP dan Alo Farchiah

Selasa, 28 Mei 2019

Metamorfosis Lailatul Qadr



Metamorfosis Lailatul Qadar

 تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr.

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

Lailatul Qodar bukanlah sekedar perkara hitung2an materi ibadah.

Ruh dan Materi sesuatu yang saling melengkapi disebabkan perbedaannya yang mencolok dan Lailatul Qodar adalah perkara Ruh bukan perkara hitung2an materi belaka, ia lebih baik dari 1000 bulan lompatan waktu, lompatan ruang dan waktu, subhaanallaah.

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

Banyak orang yang sibuk mencari Lailatul Qadar tapi belum tentu Lailatul Qodar pun sibuk mencari mereka sebab Lailatul Qadar hanya sibuk mencari orang-orang yang pantas dan sanggup menerima kehadirannya.

Mari perpantas diri kita untuk mendapatkannya dengan cara terus menerus menundukkan hati hanya kepada Allah, hilangkanlah khawatir dan sedih, maafkan kesalahan sesama, perkuat hubungan kita dengan sang pemilik Lailatul Qadar.

"Allaahumma innaka 'Afuwwun, Tuhibbul 'Afwa, Fa'fu'annii" .
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Menyukai Pemaafan, Maka Maafkanlah diriku.

Maksud menyukai pemaafan adalah bahwa Allah itu suka memaafkan, suka kepada para pemaaf,  dan suka pula kepada orang yang meminta maaf.

Orang yang berlapang hati karena selalu memaafkan maka ia akan mudah diminati oleh Lailatul Qadar.

Termasuk I'tikaf adalah salah satu cara memantaskan diri untuk diminati Lailatul Qodar, seperti Ulat yang "I'tikaf" di dalam kepompong, ia melebur dirinya, ia beristighfar atas masa lalunya yang merusak dan menjijikkan, ia maafkan hinaan siapapun yang telah menganggapnya hama penganggu  ia terus-menerus hancurkan sisa-sisa keulatan yang ada, lalu setelah beberapa hari "i'tikaf" di dalam sang kepompong kemudian tumbuhlah kaki kaki yang baru, sayap yang menarik, dan ia pun berubah menjadi kupu-kupu yang indah, sang ulat seribu bulan.

Semoga kita semua berjodoh dengan Lailatul Qodar, aamiin...

*Salam I'tikaf,* bagi yg rumahnya dekat dengan masjid, ayo geser langkahnya, laksanakan i'tikaf di dalamnya.
Anonim.

Selasa, 14 Mei 2019

Renungan Puasa Hari ke 10



Bulan Ramadhan adalah bulan yg agung karena dinisbatkan kpd Tuhan. Dlm Al-Quran, Tuhan adalah seperti *kampung halaman* tempat kita kembali. *Kepada Allah kamu semua kembali* (QS. Al-Maidah : 48).
Dikatakan oleh *Rumi*, manusia ibarat dikeluarkan dari rumahnya di surga oleh Tuhan dan dipindahkan sementara ke dunia, sebagaimana Adam dikeluarkan dari rumahnya di surga ke dunia. Dan kita diingatkan utk tdk melupakan rumah kita di surga itu karena keasyikan bermain-main didunia *yg mengakibatkan kita tersesat* tdk bisa kembali kerumah kita di surga. *Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan hiburan* (QS. Al-Anam : 32).
Selama bermain didunia kita disibukkan  membeli *jajanan dunia* utk memenuhi kepuasan jasmani kita berupa : *kekayaan, kekuasaan, kemasyhuran, dsb*. Kita kelupaan memberi makanan rohani kita. Padahal *Rohani yg sehat* inilah yg akan membawa kita *tidak tersesat* dari jalan pulang kita kpd Tuhan. Rohani yg sehat ini perlu diberi makanan rohani berupa *amal saleh, bertaqwa kpd Allah Swt*. Amal saleh atau berbuat kebaikan ini dianjurkan oleh Allah Swt sebagaimana firman-Nya : *Wafaluul ghoiro la allakum tuflihuun (dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung)*.

*Rumi* dlm tulisannya berjudul *Kerinduan* mengilustrasikan kebutuhan duniawi dan rohani manusia,  *seperti orang yg menunggang keledai*. Jika kita suapi terus keledai kita, keledai kita akan sangat kuat dan *ia akan membawa kita ke kandangnya* tanpa kita mampu mencegahnya. Kita lupa memberi asupan atau makanan rohani kita, padahal *ia akan membawa kita ke haribaan Tuhan*. Kita penunggang keledai yg punya tujuan berbeda dg tujuan keledai yg kita tunggangi.

Lebih lanjut, Rumi menyuruh kita *untuk menjadi Nabi Isa as (Yesus) diatas (menunggang) keledai kurus*. Inilah lambang rohani yg kuat yg  mengendalikan  tabiat hewaniah. Jika rohanimu kamu biarkan lemah, dan keledaimu yg kurus kamu jadikan kuat, maka keledaimu akan menjadi seperti naga perkasa yg tdk bisa engkau kendalikan lagi.

Puasa, salah satu tujuannya adalah memperkuat rohani menghadapi kuatnya godaan-godaan duniawi. Diriwayatkan konon Nabi Yusuf as waktu diangkat menjadi menteri pangan di Mesir, beliau banyak berpuasa utk memperkuat rohaninya menghadapi godaan-godaan duniawi itu.

Nabi Saw bersabda : *Tidak akan masuk Rumah Tuhan, orang yg setiap harinya hanya _memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya saja_*.
Nabi Saw juga bersabda : *Tidak  akan masuk kerajaan langit orang yg hanya memenuhi perutnya*.
Owe.

Kamis, 09 Mei 2019

Khutbah Rasul SAW Saat Menyambut Ramadhan



Khutbah Rosululloh SAW menyambut bulan Romadhon

Wahai manusia !
Sungguh telah datang pada kalian bulan Alloh dengan membawa berkah, rahmat dan maghfiroh. Bulan yang paling mulia di sisi Alloh.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.

Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Alloh dan dimuliakan olehNya.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabahi.

Bermohonlah kepada Alloh Robbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Alloh membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitabNya.

Celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Alloh di bulan yang agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqoro dan masakin.

Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda,

Sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kau mendengarkannya.

Kasihilah anak-anak yatimmu.

Bertobatlah kepada Alloh dari dosa-dosamu.

Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdo’a pada waktu sholatmu karena itulah saat-saat paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambaNya dengan penuh kasih,

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeruNya, menyambut mereka ketika mereka memanggilNya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepadaNya.

Wahai manusia!

Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah !

Alloh Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaranNya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang sholat dan sujud,

Dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Robb al alamin.

Wahai manusia!

Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Alloh nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

(Sahabat-sahabat bertanya:”Ya Rasululloh! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian”. Rosululloh meneruskan:)

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan seteguk air.

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Alloh akan meringankan pemeriksaanNya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Alloh akan menahan murkaNya pada hari ia berjumpa denganNya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Alloh akan memuliakannya pada hari ia berjumpa denganNya.

Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (shilaturrohmi) di bulan ini, Alloh akan menghubungkan dia dengan rohmatNya pada hari ia berjumpa denganNya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Alloh akan memutuskan rohmatNya pada hari ia berjumpa denganNya.

Barangsiapa melakukan sholat sunnat di bulan ini, Alloh akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan sholat fardhu baginya ganjaran seperti melakukan 70 sholat fardhu di bulan yang lain.

Barangsiapa memperbanyak sholawat kepadaku di bulan ini, Alloh akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al-Qur’an, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepadanya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul mukminin Ali k.w.berkata,”Aku berdiri dan berkata,”Ya Rosululloh! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Alloh”.

(Kutipan dari; www.huttaqi com bab ; Puasa)