Tampilkan postingan dengan label Lebaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lebaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2019

Hari Raya Telah Usai


Hari rayanya sudah usai
Sanak saudara telah kembali.
Ada yang naik mobil ada yang naik kereta api.

Ada juga yang naik kapal udara
Karena harus segera masuk kerja.
Apalagi yang kerja jadi aparatur negara
Harus segera melaksanakan kewajibannya.

Melakukan apa yang sudah diatur
Segera melakukan kewajiban luhur
Melakukan apa yang sudah diatur.
Untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.
Baldatun Thayibatun warafun ghafur.
Semoga diberikan usia panjang umur.

Dan rejeki yang luas
Ibadah yang keras
Silaturahmi yang kuat
Agar mengikat tali persaudaraan  yang rekat.

Selamat bekerja, mencari upah jiwa.

-o0o-
(Versi Boso Jowo)

Riyayané wus mungkur
Sanak sedulur wus padha kundur
Ana sing nu mpak mobil ana kang numpak sepur
Malah uga ana sing numpak montor mabur
Merga wis ora libur
Apa manèh sing dadi aparatur
Énggal kudu ngayahi jejibahan luhur
Nindakaké apa kang wus diatur
Kanggo nggayuh masyarakat adil makmur
Baldatun toyibatun warofun ghofur
Muga2 padha diparingi panjang umur
Rejekine sempulur
Ngibadahé saya teratur
Silaturahmine ora kendhur
Murih saya rumaket le dadi sedulur
Sugeng makaryo, golek pangupo jiwo. 🙏🙏🙏
Anonym wa.

Sabtu, 16 Juni 2018

Lebaran


Lebaran
Kembang melati sungguhlah indah;
Ditengah taman jadi hiasan.
Harum Lebaran terasa sudah;
Khilaf dan salah mohon dima'afkan.

 ⭐⭐⭐🌸🌸🌹🌹

Dari sekian banyak  ucapan selamat idul fitri dengan berbagai gaya yang datang pada HP saya ,  intinya adalah mohon maaf, namun  ada  satu ucapan  yang dikirim melalui WA agak terasa janggal, yakni :

"Selamat Idul Fitri, semoga  rezeki berlimpah, makmur dan sejahtera... "

Kalimat ucapan terakhir saya dapati dari teman yang  bekerjanya sebagai seorang salesman mempunyai pesan "harapan akan rezeki dan kemakmuran"  Tak ada yang salah memang. Hanya umumnya untuk idul fitri itu khas dengan tidak minta apa-apa selain kata "maaf dari mu", tidak mengandung unsur materialistik yang disejajarkan dengan rezeki dan kekayaan ataupun kemakmuran.

Tulisan saya ini bukan membahas sara, cuma ingin menelusuri akar historisnya kenapa hari raya umat muslim ini fokusnya pada ucapan maaf lahir dan bathin.

Perlu dipahami bahwa dosa telah ditakdirkan pada manusia dan pasti terjadi. Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.

Rentetan pengampunan dosa sendiri sudah berguguran karena diampuni  sejak memasuki bulan Ramadhan, karena bulan itu merupakan bulan rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan.

Nah, dari perjalanan ibadah itu sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka. (HR. Muslim, no. 2749).

Jadi, ternyata memang ada rentetan harapan dan aktualita antara harapan dan doa.. kenapa harapannya mohon maaf lahir dan bathin ternyata sejak ramadhan adalah penyucian jiwa dan roh yang disampaikan kepada Allah Ta'ala karena Allah adalah  al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), dan di antara sifat-sifat-Nya adalah maghfirah (memberi ampunan). Dan hasil akhirnya  dengan bermaaf-maafan adalah jiwa yang fitri - jiwa yang suci.. kembali bersih seperti bayi.. terkadang sambil berseloroh anak jaman now mengucapkan " nol -nol ya" / 0 vs 0. Apa lagi tuh? Itu bukan kedudukan  pertandingan bola piala dunia yang sekarang diadakan di Rusia dan dilaksanakan pas lebaran.. arti nol-nol di atas menurut anak muda adalah harapan bersih jiwa - tiada dosa diantara kita.

Kalau gitu sebagai akhirul kalam pada kesempatan  ini saya juga  turut mengucapkan :

 *_SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI_*  1 Syawal 1439 H.

 "Taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana washiyamakum"

Mohon maaf lahir batin.

Jakarta, 17 Juni 2018

Salam,

Verri JP

#verrijp
#theraafiat
#lebaran
#mohonmaaflahirbathin
#idulfitri1439h