Minggu, 20 Mei 2018

Maaf dan Ampunan

Foto hanya ilustrasi


Menipu = Dosa Besar?

Kenapa menipu hukumnya dosa besar?

Pada mulanya menipu, kemudian untuk membuat tipuannya logis maka dia harus menipu lagi.. 
Alhasil jurus tipuannya nya menjadi  menipu kwadrat.. alias berlipat2..

Solusinya : Mohon ampunlah atas kesalahan yang telah dilakukan  kepada Illahi Robbi dan kepada orang yang ditipunya.

Dzikir Ramadhan:
"Allahumma innaka tuhibul afwa afuwwun tuhibbul 'afwa fa 'fu 'annaa ya kariim"

"Ya Allah, Engkau adalah Dzat Yang Maha Pengampun, suka mengampuni, oleh sebab itu ampuni aku wahai Dzat Yang Maha Pemurah".

 http://verijp.blogspot.co.id/2018/05/mohon-maaf-karena-menipu.html?m=1

 Di antara nama Allah Azza wa Jalla adalah al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), dan di antara sifat-sifat-Nya adalah maghfirah (memberi ampunan). Sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka. (HR. Muslim, no. 2749)

Dosa telah ditakdirkan pada manusia dan pasti terjadi. Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.
Dosa-dosa banyak diampuni di bulan Ramadhan, karena bulan itu merupakan bulan rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga. Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. (QS. az-Zumar/39:10)

Jakarta, 21/5/18

#verrijp
#dzikirramadhan

200 ulama terstandar Depag

Antara "OE"lama atau "U"lama standarisasi Depag dan "S"

Oelama tak terdaftar di depdag ataupun Ulama terdaftar sama saja. Mereka masing-masing punya pengikut setianya.

"Oe" lama dengan "U"lama  itu sama saja yaitu sama2 bacaannya yaitu Al Quran dan Alhadits serta kitab karangan lainnya.

Baik oelama tidak terdaftar  maupun ulama terdaftar di depdag asal kerjanya menyampaikan ayat dan mengajak umat secara ikhlas ke jalan yang benar - suatu jalan yang diridhoi Allah swt itu sudah baik dan luar biasa.

Sedangkan  "S" = Saya selalu Siap suport saja..

Pembagian 200 orang ulama terstandarisasi depdag  jumlahnya terlalu sedikit untuk melayani penduduk Indoneaia yang 250 jutaan orang. Sebaiknya depdag menjelaskan keterbukaan kriteria penilaiannya sehingga masyarakat paham dan tidak terpecah belah.

Jakarta, 19/05/18
#verrijp
#oelamatakterdaftar
#ulamaterdaftar

Bangkit!


Bangkit;
Kebangkitan nasional dimulai dari diri ini, apa daya diri ini  baru bangkit jam 7.00..

Semoga nasionalnya juga ikutan bangkit setelah beberapa saat disibukkan dengan huru-hara bom2 dari teroris yang tidak bertanggung jawab.

Let's improvement for nation..! please kindly  note Improvement started by alphabet of "I", it mean I should do something first..

Jakarta, 20/05/18

#verrijp
#harikebangkitannasional

Sabtu, 19 Mei 2018

Resensi Menggali Kebahagiaan Dari Sumbernya


Resensi Menggali Kebahagiaan Dari Sumbernya

Judul Buku : Resensi Menggali Kebahagiaan Dari Sumbernya. Mengobati Stres dan Trauma dengan Dzikir dan Doa.
Karya : Muhammad Luthfi Ghozali
Halaman : 178+viii, 14×20
Harga buku : Rp 60.000, belum termasuk ongkir.
Penerbit : Abshor, Semarang.
Peresensi : Verri JP

"Robbisy-rohli Shodri wayasirlie amrie" (QS Thoha/24-26)
'Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku  dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku".
====oOo====

Arti kebahagiaan menurut kamus besar bahasa Indonesia  adalah
kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin.

Kenapa kebahagiaan bersifat lahir dan bathin? Karena manusia pun memiliki dua aspek lahir dan bathin juga. Bahagia dan senang sangat lah berbeda kalau kebahagiaan memiliki nilai spiritual sedangkan kesenangan hanya urusan dunia belaka.

Dengan definisi apapun, ternyata kebahagiaan hanya berarti satu. Kebahagiaan adalah karena Allah, bersama Allah, dekat dengan Allah, mengenalNya dan merasa memilikiNya dalam jiwa dan keseharian kita.

Konsep kehidupan yang paling ideal adalah konsep langit, konsep "ora et labora", selain dengan usaha yang bersifat ibadah lahir atau aspek dunia, juga berdoa dan bertawakal yang bersifat ibadah bathin.

Apabila manusia tidak memahami konsep langit, manusia mengisi kehidupan dengan bersandar pada usaha sendiri tanpa melibatkan unsur ketuhanan.  Suatu konsep lahiriah dimana manuasia berangan-angan dengan cita-citanya, melakukannya dengan tindakan, alhasil bila pencapaian  pelaksanaannya tidak tercapai akan menimbulkan rasa stres yang biasanya juga diikuti penyakit lain.

Sebagai solusi dari masalah tersebut adalah pendekatan rohani, berupa doa, dzikir maupun mujahadah.

 Paduan antara usaha dan tawakal memiliki makna bahwa  usaha adalah ibadah lahir dan tawakal adalah ibadah bathin. Konsep ini tertuang dalam Q.s. Ali Imran/159. "Kemudian apabila kamu sudah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah".

Maka berbahagialah, wahai manusia yang senantiasa melekatkan hatinya, menyandarkan harapannnya hanya kepada Allah dan tidak mengkhianatinya walaupun dia tengah sendiri.

Berbahagialah wahai jiwa- jiwa yang damai yang tahu bagaimana cara mensyukuri sebuah kebahagiaan dan pandai berterimakasih selalu kepada sang Pemberinya.

Kenapa kebahagiaan perlu dicari ke sumbernya? Karena kebahagiaan perlu keseimbangan hidup. Apabila suatu kegiatan berfokus pada satu  urusan tanpa melibatkan  asupan rohani maka akan timpang. Melalui doa, dzikir dan tawakal akan ada kesetimbangan hidup yang tumbuh dari dalam, sehingga akan terjadi proses homeostatis dari wilayah bathin ke wilayah lahir, dari hati mengalir ke akal, dari rasa menuju pikiran. Ternyata itulah yang dimaksud Muhammad Luthfi Ghazali (Luthfi) dengan mencari kebahagiaan dari sumbernya.

Dalam buku karangannya  tersebut Luthfi tidak hanya menuliskan opini saja, karena melalui pengalaman praktis di pesantren yang didirikannya membuatnya mampu  memberikan  solusi dengan membahas metode pengobatan bagaimana cara mengobati stres dan trauma dengan dzikir dan doa. Didalam buku tersebut dipaparkan juga  bagaimana pikiran membentuk perasaan dan perasaan bisa mempengaruhi pikiran, kiat bagaimana hati yang sehat bisa membuat pikiran sehat, dan diberikan  tip-tip usaha dan tawakal, serta bagaimana pelaksanaan realisasi dan jaminannya. Penyusun resensi mencoba mempraktekkan tip pengobatan dan doa-doanya Alhamdulillah sangat membantu

Apa yang ditulis Luthfi, hampir serupa dengan suatu quote dari Clive Staples Lewis (1898- 1963), Seorang guru besar di Oxford juga novelis ternama dari Inggris.
"God cannot give us a happiness and peace apart from Himself, because it is not there. There is no such thing".
 (Tuhan tidak dapat memberikan kebahagiaan, dan damai, terpisah dari Diri-Nya. Dan tidak ada kebahagian dan damai tanpa dia.).

Kebahagiaan memang sebaiknya diambil langsung dari Sumbernya. Rasanya pemeluk agama samawi dan ahli spiritual memiliki opini yang senada.

*)Untuk order buku tersebut di atas bisa menghubungi : Verri JP - 08111494599.








Rabu, 16 Mei 2018

Opini Tentang Bebaskan Majidil Aqsa


Opini tentang al quds

Lebih dari cukup. 70 tahun sudah, jutaan rakyat Palestina sebagai pemilik asli tanah Palestina terluntang-lantung sebagai pengungsi. Karena itulah kini di perbatasan Gaza, aksi Great Return March mencapai puncaknya.

Tekad mereka untuk pulang kampung di peringatan ke-70 hari Bencana Besar Nakbah yakni 15 Mei, dipercepat menjadi hari ini 14 Mei 2018.

Bertepatan dengan diresmikannya Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem (Baitul Maqdis) pada tanggal 14 Mei 2018.
“On behalf of the 45th President of the United States of America, we welcome you officially, and for the first time, to the Embassy of the United States, here in Jerusalem, the capital of Israel,” ucap Ivanka Trump sambil tersenyum saat  meresmikan Kedubes AS di Yerusalem.

Sementara di perbatasan Gaza, di saat yang sama, korban kebrutalan Zionis terus berjatuhan dan terus bertambah. Hingga pukul 23.00 WIB sudah tercatat 53 warga Palestina gugur sebagai syuhada insya Allah, dan hampir 1.000 orang terluka karena tembakan. Korban warga Palestina yang gugur sejak awal aksi Great Return March (30 Maret 2018) bahkan sudah lebih dari 90 orang.
Mereka siap melepas dunia fana ini demi jihad fii sabilillah, memperjuangkan kehormatan agama Islam.

Ahmad Ayesh, jurubicara Great Return March juga menegaskan, "Persoalan Masjidil Aqsha adalah persoalan umat Islam. Karena Allah perjalankan Nabi Muhammad dalam Isra Mi’raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian naik ke sidratul muntaha. Jika Allah berkehendak, sebenarnya bisa saja membawa Nabi Muhammad dengan rute Masjidil Haram langsung ke sidratul muntaha, dan langsung pulang dari sidratul muntaha ke Masjidil Haram. Tetapi Allah perjalankan Nabi Muhammad ke Masjidil Aqsha terlebih dahulu. Ini merupakan pesan mendalam bahwa Masjidil Aqsha sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia."*)

Kalau dihubung-hubungkan boleh jadi Donald Trump Bertugas Membuka Pintu Gerbang Kiamat Qhubro. Untuk itu sambutlah Ketetapan Allah SWT tsb dg perkuat iman & tawaqal.

Ingatlah, bahwa di antara tanda-tanda Kiamat itu adalah:
Penaklukan Baitul Maqdis. Dijelaskan dalam hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ... (فَذَكَرَ مِنْهَـا:) فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ.

‘Ingatlah (wahai ‘Auf) ada enam (tanda) sebelum datangnya hari Kiamat....’” (Lalu beliau menyebutkan salah satunya), “Penaklukan Baitul Maqdis.”(HR Bukhari)

Kembalinya kaum Yahudi ke Palestin sebagai tanda bahwa kiamat telah dekat, karena setelah mereka kembali, tidak lama setelah mereka berkuasa di Palestin kaum muslimin akan memerangi mereka dan baitul Maqdis ditaklukkan kembali oleh kaum muslimin, sebagaimana hadist.
"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)

Panji-panji Ar Rayah yang mereka benci dan takutkan itu sesungguhnya sedang berkibar.**)

 “Jadi apa yang harus kita lakukan? Bersatu padu, sebagai satu umat yang kokoh. Membuat rencana strategis dalam membebaskan Baitul Maqdis, itulah yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam,” seru Dr. Aminurraasyid menutup seminar 'Nakbah - The Largest Human Tragedy' di UTM Malaysia 13 Mei 2018.

Artikel diatas saya rangkum dan 'jahit' dari tulisan:
*) Ahmad Dawamul Muthi
Peneliti ISA (Institut Al-Aqsa untuk Riset Perdamaian).
**) Hj. Nasri Deraman - Pengamat Palestina.

Jakarta, 16/05/18
#verrijp
#freepalestine
#bebaskanmasjidilaqsa

Kisah Prajurit dan Sungai


Prajurit dan Sungai;
Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukkan suatu daerah. Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya:

"Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sungai. Ambillah apa pun yang terinjak yang ada di sungai itu."

Ketika malam gelap tiba dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai,

Ada 3 golongan prajurit. Golongan  yang pertama tidak mengambil apa pun yang terinjak di sungai karena yakin itu hanya batu.

Golongan yang kedua mengambil alakadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah raja.

Yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan karena penuhnya bawaan.

Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam? Ketika para prajurit memeriksa tasnya, ternyata isinya intan berlian.

✅Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya.

✅Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan.

✅Prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia.

Cerita tersebut dikutip dari buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka.

Kita akan melewati Ramadhan, di dalamnya banyak sekali keberkahan.

*Dan kita memiliki 3 pilihan* :

 *1.* Melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun.

*2*. Melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.
-Atau-

*3*. Melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya,  dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Semoga kita dapat bertemu lagi dengan Ramadhon tahun Ini dan kita termasuk golongan yg mendapat maghfiroh, rahmah dan keberkahan Ramadhan 1439 H.

Hari ini Kamis, 17 Mei 2018, Kita semua akan mulai melewati *"SUNGAI"* itu...

Aamiin yaa robbal aalamiin...

Jakarta, 17/5/18
#verrjp
#prajuritdansungai
#keberkahan