Kamis, 19 April 2018
Orang Kesurupan Jin
Fenomena kesurupan jin bisa terjadi dimana-mana, dari sekolah sampai ke gedung baru yang belum diresmikan.
Banyak buku yang menuliskan tentang ruqyah syariyyah yang isinya hanya bagaimana proses ruqyah dan surat-surat yang bisa dibacakan saat terjadi kesurupan atau serangan gangguan jin.
Dari berbagai buku ruqyah, ada satu buku yang pantas Anda koleksi di perpustakaan Anda, sekaligus bisa menambah wawasan bagi para peruqyah (roqy). Buku tersebut berjudul "Orang Kesurupan Jin. Efek dan menanggulanginya" karya dari Muhammad Luthfi Ghozali. Sudut pandang yang dia paparkan berbeda dengan buku-buku sejenisnya. Mungkin karena buku tersebut adalah buah pengalaman yang sudah biasa dia tekuni dalam kesehariannya. Dus, buku ini dibahas dengan bahasa kekinian dan tidak kaku.
Menurutnya, orang kesurupan jin karena benteng wilayah kesadarannya yang berupa fire wall yang melindungi jiwanya telah rusak. Dinding api yang dimaksud adalah merupakan sistem penjagaan yang dilakukan oleh para malaikat. Kerusakan itu berupa perilaku sesat dan dosa. Akibatnya penjaganya pergi yang akibatnya menjadikan peluang masuknya jin untuk memperdaya manusia.
Pada garis besarnya ada dua hal yang mengakibatkan orang kesurupan. Pertama, memang sejak masih berupa janin sudah dimasukkan virus jin. Dan yang kedua karena kondisi jiwa yang tidak kondusif bisa berupa stres ataupun mengamalkan wirid tanpa bimbingan guru.
Efek dari kesurupan menimbulkan penyakit jin, penyakit ini bisa berupa penyakit hati, penyakit kesadaran, dan bahkan bisa menjadi penyakit fisik.
Tahapan-tahapan prosesnya adalah sebagai berikut : pertama virus jin yang menyerang manusia tersebut harus diangkat agar tidak kambuh lagi. Kedua, setelah disadarkan kemudian proses stressnya dan traumanya disembuhkan agar virus jin juga ikut musnah karena bila tidak kelak jin akan datang kembali.
Lalu bagaimana solusi selengkapnya tahap demi tahap. Semua jawabannya ada pada buku "Orang kesurupan Jin, Efek dan Cara Menanggulangi."
Karya : Muhammad Luthfi Ghozali
AB : 019.009- 0030- × + 208 hal., 14 ×20.
Harga : Rp 60.000,- belum termasuk Ongkir.
Hubungi : Verri JP, 08111494599
Minggu, 15 April 2018
Tol Ganjil Genap
Ganjil Genap;
Photo:Verri JP
Hari ini dimulai ujicoba pemberlakuan kendaraan bernomor ganjil dan genap bagi kendaraan yang melalui tol. Diantaranya tol Tangerang, Tol Bekasi dan tol jagorawi.
Hari Senin yang diizinkan lewat kendaraan bernomor genap. Mungkin ngitungnya dimulai dari hari Ahad (baca :minggu) yang artinya satu. Satu berarti ganjil.
Pelaksanaan pemberlakuan ganjil-genap di jalan tol hari ini masih ujicoba. Finalti akan dibebankan bagi pelanggar dimulai awal bulan Mei yang akan datang.
Konon dengan diberlakukannya jalan tol ganjil - genap jalan tol lebih lancar.
Bagi yang ndak kebagian masuk tol tentu menjadi "bencana" karena dibeberapa jalur jalan biasa banyak sekali ruas jalan yang statusnya sedang dalam perbaikan dan pembangunan jalan tol. Ambil contoh jalan Bekasi - Pulogadung.
Jakarta, 15/4/18
#verrijp
#jalantol
#ganjilgenapbekasi
#tollancarjaya
Selasa, 10 April 2018
Petaka Miras Oplosan
Petaka Miras Oplosan;
Dari Bekasi hingga Bandung, sampai akhirnya ke Sukabumi..
Dari obat nyamuk, ginseng sampai thinner sebagai pencampurnya sampai akhirnya mati tiada arti.
Hidup hanya sekali... jangan sampai mati karena mencoba2 minuman keras alias miras..
Hiduplah dengan minuman yang sehat, karena penuh manfaat membuat negara kuat..
Untuk generasi muda janganlah galau..
Kembalilah ke jalan lurus.. jalan yang telah diridhoi oleh Allah Ta'ala.
Lupakan miras... kembalilah kerja keras.. kamu tentu bisa!
#mirasoplosan
#verrijp
#theraafiat
Selasa, 03 April 2018
Syariat Suatu Tanya
Syariat Ibarat Dalam Perjalanan;
Perumpamaan Perjalanan
Orang yang akan atau sedang melakukan perjalanan, ibaratnya sebuah kendaraan.
syariat = Jalan raya yang harus dilalui .
Thariqat = adalah jalan-jalan kecil sebagai jurusan yang akhirnya mengarah kepada terminal hakikat.
terminal = jurusan akhir dari perjalanan
Hakikat = tujuan terakhir dari perjalanan
Syari’at adalah perbuatan (jasad) si hamba dalam melaksanakan ibadah kepada Allah harus dengan semurni-murninya ibadah.Thariqat adalah jalan (hati) untuk menuju kesuatu tujuan yang diridhai Allah, dengan hati yang bersih dan ikhlas atas segala perbuatan dan menerima cobaan Allah SWT.Haqiqat (nyawa) adalah tujuan untuk mencapai keridhaan Allah sehingga terbukti adanya “diri yang hakiki” yang kita hanya dapat merasakan dan sadari, bahwa diri yang yang keluar dari diri, sehingga kita dapat membuktikan dengan kesadaran yang hakiki tentang Kekuasaan Allah, tentang Rahasia Alam, tentang Alam Ghaib dan lain-lainnya.Ma’rifat (Rahasia Allah), adalah sampainya suatu tujuan sehingga terwujud suatu kenyataan dan terbukti kebe narannya (tidak diragukan lagi).
Bila tetap ndak tahu syariat.. makanya ngaji diri..
#syariat
#verrijp
#tasawuf
Jumat, 30 Maret 2018
Ikan VS Cacing Dalam Kaleng
Ikan Vs Cacing;
Mancing ikan itu yang benar nyari cacing dapat ikan dimasak.. kalau dimakan jadi sehat kita..
Yang salah, dapat ikan diawetkan terus keluar cacing.. cacing dimakan juga karena banyak mengandung protein.
Yang benar dan proporsional adalah beli ikan kalengan itu tak bercacing karena sudah dipanaskan dengan suhu lebih dari 150 derajat celcius.
Ngono ngono ning ojo ngono, begitu - ya begitu tapi janganlah begitu..
Jakarta, 30/3/18
#Verrijp
#mancing
#ikankalengan
#sardencis
#sardenbercacing
Kamis, 01 Maret 2018
Terapi Galau
Terapi Galau
Oleh : Verri JP
Orang bisa galau bila menyandarkan diri selain Allah. Penyebab kegalauan adalah ketidak jelasan dalam berfikir. Ciri khas orang yg galau adalah maniak terhadap aturan formal, ketelitian yg berlebihan, pelit, kikir, ragu dan linglung. Biasanya orang yg galau secara fundamental menerima nilai2 moral dan terlalu berlebihan dalam memproteksi kesehatan.
Pengobatannya ada banyak macam, secara terapi sufistik, hipnotherapy, bisa juga secara psychologis.
Secara sufistik, caranya mencintai Tuhan. Kegalauan biasa disebut waswasah annafs, bisa dihilangkan dg dzikir. Dzikir membuat hati tenang, dan menghapus waswas. Waswas atau galau sendiri produk setan, kebahagiaan setan adalah bila kita terpuruk, takabur, dan dengki (hasud).
Secara hypnotherapy, pasien yg sakit galau dibuat relaks atau tidur hypnosis, kemudian melalui alam bawah sadar diobati dengan memberikan sugesti2. Sehingga ketika pasien (suyet) tersadar dan bangun mamahami apa yg harus dilakukan selanjutnya..
Secara psychology modern, galau atau waswas adalah kegalauan pikiran dalam benak orang sakit yg terus menerus dan berulang tanpa bisa dibendung dan dihindari olehnya, walaupun dirinya tahu bahwa kegalauannya tsb tidak masuk akal dan bertentangan dg nuraninya. Kegalauan tsb semakin kuat dan mengganggu emosinya pada saat hendak membuang dari benaknya. Pertama bedakan dulu antara waswas dan pikiran keliru yg diyakini pelaku sbg pikiran yg benar. Sedangkan waswas adalah pikiran yg tidak masuk akal dan pelaku memahaminya tapi tidak bisa menghilangkannya. Solusinya menurut ilmuwan modern adalah uzlah dan mengisolasi diri adalah dua cara yg efektif untuk menghalau gangguan saraf dan jiwa seseorang. Ingat firman Allah "sungguh telah kami ciptakan manusia dan mengetahui apa yg diwaswaskan oleh jiwanya". qs Qaf :16.
Terakhir yg sakit galau sebaiknya bergaul dg orang lain. Therapy paling manjur adalah bertawajjuh ( konsentrasi spiritual) pada Allah swt, meminta pertolongan pada Allah swt, dan meminta perlindungan dari waswas yg dihembuskan setan.
Salam,
Verri JP
Rabu, 28 Februari 2018
Sa'i di Mas'a
Menunggu di Mas'a (tempat sa'i)
“Sesungguhnya thawaf mengelilingi Baitullah, perjalanan antara Shafa dan Marwa dan melempar jumrah diadakan hanya untuk menegakkan Dzikrullah (HR Abu Dawud & Tirmidzi)”
Dari Jabir RA ; “Sesungguhnya Nabi SAW mulai Sa’i dari Shafa lalu naik ke atasnya sampai melihat Baitullah lalu menghadap kiblat. Lalu membaca kalimat tauhid dan takbir seraya mengucap: “Laa Ilaaha Illallahu wahdah, Laa syariikalah, Lahul Mulku wa Lahul Hamdu, Wa Huwa ‘alaa kulli Sya’in Qodiir. La Ilaaha Ilallahu wahdah, Anjaza wa’dah, Wa Nashoro ‘Abdah, Wa Hazamal Ahzaaba Wahdah”. Lalu berdoa diantaranya lalu mengucap seperti bacaan itu tiga kali. Kemudian turun ke Marwa.” (HR Bukhari Muslim)
Masih banyak hadits tentang Sa’i, namun secara garis besar Perjalanan antara Bukit Shafa & Marwa dilakukan sambil memperbanyak Doa dan Dzikrullah.
Jadi, sebaiknya saat sa'i tidak perlu ada nyanyian agar tampak heboh. Mengemban misi2 tertentu dari organisasi di negaranya. Nyanyi-nyanyi selain tidak ada contoh juga mengganggu kekhusukan jemaah lain.
#sai
#mas'a
#verrijp
Langganan:
Postingan (Atom)








