Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2018

Nge "juice" Sebelum Nyoblos



Ice Juice vs Buah;
Pagi hari seperti ini enaknya minum juice buah kesukaan yang rasanya enak dan manis. Kalau bisa diungkapkan tidak mungkin memisahkan rasa manis buah pada minuman juice dengan minuman  juice  itu sendiri.

Kalimat di atas bila dihubungkan dengan dunia politik yang sekarang sedang mencapai klimaksnya itu ibarat homogenitas antara agama dan politik. Tidaklah mungkin memisahkan agama dengan politik.

Jangan membayangkan politik itu kotor dan agama itu suci, dan agama dikucilkan dari politik, buruknya kalangan agama disarankan untuk tidak menggunakan hak politiknya. Sepertinya kalimat ini terdengar bijak dan benar. Efeknya banyak kalangan agama tidak memilih pilihan sesuai aspirasi kebenaran agamanya dan malas menggunakan hak pilihnya.
Alhasil ketika hasil diumumkan semuanya diluar dugaan dan yang menang adalah partai lainnya, dus dirinya kaget ketika penguasa dikelola oleh yang "tidak diharapkan sesuai ajaran kebenaran agamanya" dan menjadi gagap ketika agamanya dinistakan tiada daya dan tiada upaya.. bisanya hanya mengusap dada.

Untuk itu, hari ini gunakan hak pilih Anda untuk menyelamatkan negeri dari cengkeraman tangan-tangan kotor yang menggunakan politik uang melalui serangan fajar.

Saatnya Anda memilih wakil dan pimpinan yang "bersih-bersih" bukan yang terlibat korupsi.

Jangan lupa, ngupi dulu sebelum menggunakan hak pilih mu biar rileks  dan ingat "tak mungkin memisahkan rasa manis dari kopi manis mu".

Jakarta, 27/06/18

#verrijp
#notaverrijp
#pilkadaserentak
#antikorupsi

Senin, 25 Juni 2018

Memilih "Kadal, Buaya" VS Pemimpin Ideal



Memilih Kadal, buaya vs Pemimpin Ideal;
Satu Nasehat untuk Diri Sendiri.

Tanggal 27 Juni 2018 saatnya  pilkada bukan pilkadal..

Pilihlah gubernur  yang bisa dipercaya buat mu. Jangan memilih pemimpin berwatak "kadal" . Para pemimpim tipe kadal biasanya hanya bermodalkan  "ngadalin janji" mengumbar janji tiada bukti.

Pilihlah Bupati atau Walikota yang menyuarakan suaramu - suara rakyat bukan pilih buaya.

Kalau  ada wakil yang tumbenan - tiada angin bertiup namun sehari sebelum pilkada dilaksanakan dianya berbagi uang dan beras itu termasuk wakil tipe "buaya".
Tipe yang terakhir disebut ini awalnya memberi duit dan beras yang dimaksudkan  untuk "nyogok" membeli suara. Para wakil tipe buaya ini labih parah dari tipe kadal, karena pada awalnya memberi umpan dan lima tahun selanjutnya   Anda yang  akan diumpankan. Dan harapan2 Anda tidak dianggap keberadaannya, dia hanya fokus dengan menyejahterakan diri dan golongannya saja.

Akhirul kalam, pilihlah jalan mu yang lurus, pilih bupati mu yang jujur, pintar, dapat dipercaya, dan menyuarakan kebenaran. Jangan sekali2 memilih gubernurmu yang korupsi.. dengan memilih "goodbener" - yang benar  Insya Allah negara RI kelak akan aman, sentosa dan makmur. Semoga..

Jakarta, 26/06/18
#notaverrijp
#pilkada
#pemilu
#verri_jp
#ambilsuara
#pilihsuara